Akses Internet Digitalisasi Desa

Desakini.net-Jakarta,.Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menyampaikan 13.577 Desa belum memiliki akses jaringan internet, sehingga berdampak pada infrastruktur untuk mendukung digitalisasi ekonomi pedesaan belum memadai. Ungkap “Wakil Menteri Desa Pembangunan Daerah Tetinggal dan Transmigrasi (Wamendes PDTT), Budi Arie Setiadi

Dalam kuliah online yang disiarkan secara langsung di saluran Youtube Akademi Desa 4.0 pada Jumat (17/7) bertemakan “Digitalisasi Ekonomi Desa: Transformasi Menuju Indonesia Maju”, Wakil Menteri Desa Pembangunan Daerah Tetinggal dan Transmigrasi (Wamendes PDTT), Budi Arie Setiadi mengungkapkan 5 aspek penting dalam digitalisasi ekonomi desa.

Baca Juga :

Rapat Kerja Pemerintah (RKP) 5 Prioritas Kemendes TA 2021

Berikut Jenis Bansos Program JPS Diperpanjang Hingga Desember

Menurutnya, kelima aspek penting itu antara lain: Pertama, kebijakan atau regulasi. dalam mendorong digitalisasi ekonomi desa.

Kedua, infrastruktur, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) telah menetapkan target pencapaian dukungan infrastruktur untuk 4 tahun kedepan dalam upayanya merealisasikan digitalisasi ekonomi desa. Menurutnya, infrastruktur internet merupakan hal utama penunjang digitalisasi ekonomi desa. Upaya digitalisasi ekonomi desa perlu didorong guna menopang pertumbuhan ekonomi nasional.

loading...

“Terkait infrastruktur Akses Internet Digitalisasi Desa, kami sudah bertemu dengan Telkom untuk melakukan ujicoba smart village atau Desa Pintar di Desa Kemuning, di Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Lumajang, dan di desa yang ada di Provinsi Yogyakarta”, tegasnya.

Ketiga, kelembagaan. Budi Arie menekankan pentingnya peran kelembagaan dari mulai tingkat desa sampai pusat untuk mendukung digitalisasi ekonomi desa. Keempat, ekosistem. Kelima, soal Sumber Daya Manusia (SDM) yang harus disiapkan untuk berperan aktif membangun ekosistem desa digital.

Selain itu, lanjutnya, Indonesia ditaksir memiliki potensi ekonomi digital hingga US$110 miliar setara Rp1.200 triliun pada 2025. Oleh sebab itu, dengan program digitalisasi ekonomi desa, maka desa-desa di Indonesia tidak hanya menjadi pasar dari potensi tersebut.

“Kalau ada peningkatan 10 persen penetrasi internet di desa menyumbang 1 persen bagi pertumbuhan ekonomi sebuah negara. Itulah pentingnya pengembangan infrastruktur digital di desa,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *