manfaat aplikasi ehdw

MANFAAT APLIKASI eHDW  SEBAGAI KONVERGENSI PENCEGAHAN STUNTING DI DESA Stranas Percepatan Pencegahan Stunting mengamanatkan kepada Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi untuk mendorong Dana Desa membiayai kegiatan konvergensi pencegahan stunting di Desa.

LANGKAH AWAL

PETA KONDISI DESA SAAT INI DALAM PENCEGAHAN STUNTING

Kegiatan yang sudah dilakukan oleh Desa dalam upaya pencegahan Stunting hingga akhir

tahun 2019:

Baca Juga : Prioritas Dana Desa 2021 Rp 72 T,Kemendes : Program Prioritas Nasional

PEMBENTUKAN DAN PELATIHAN KADER PEMBANGUNAN MANUSIA (KPM)

KPM adalah kader Desa yang bertugas melakukan pendataan sasaran (1.000 HPK) dan memantau 5 paket layanan konvergensi pencegahan stunting di Desa

  • Desember 2019: sebanyak 72.636 (96,6%) Desa telah membentuk KPM
  • Desember 2019: sebanyak 68.712 (94,6%) KPM sudah mengikuti pelatihan dasar.

Tidak semua Desa memiliki data by name by address tentang sasaran pencegahan stunting yaitu rumah tangga 1.000 hari pertama kehidupan (HPK). Akibatnya, kualitas perencanaan kegiatan pencegahan stunting di Desa belum optimal.

Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 205/PMK.07/2019 tentang  Pengelolaan Dana Desa telah menetapkan Desa berkewajiban melaporkan  pelaksanaan pencegahan stunting di Desa dalam bentuk kartu penilaian  (scorecard) ke dalam aplikasi Online Monitoring Sistem Perbendaharaan dan  Anggaran Negara (OM-SPAN). Namun demikian, pelaporan kartu penilaian ke  dalam OM-SPAN masih bersifat manual sehingga pemerintah Desa kesulitan  memasukkan data kartu penilaian ke dalam aplikasi OM-SPAN.

Salah satu penyebab stunting adalah kurangnya perilaku hidup sehat di kalangan  masyarakat. Untuk itu, perlu adanya upaya untuk mengubah perilaku (behaviour  change communication/BCC). Kegiatan BCC belum dilakukan secara optimal.

Upaya untuk mengatasi masalah-masalah mendasar dalam pelaksanaan Konvergensi Pencegahan Stunting di Desa adalah membuat aplikasi sistem digital untuk mempermudah pengelolaan data dan informasi sampai pada tingkatan sasaran rumah tangga 1.000 HPK (data by name by address).

Direktorat Jenderal PPMD bekerjasama dengan Bank Dunia membuat aplikasi digital yaitu elektronik Human Development Worker (eHDW) dan Dasboard Kabupaten. eHDW merupakan aplikasi berbasis android sebagai solusi digital yang akan  mempermudah KPM dalam melakukan pendataan sasaran rumah tangga 1.000 HPK,  pemantauan kondisi dan cakupan layanan dasar di Desa, melakukan BCC serta

melaporkan kartu penilaian ke dalam aplikasi OM-SPAN. Dasboard Kabupaten merupakan aplikasi digital sebagai portal data tentang  pencegahan stunting yang bersumber dari data eHDW. Dasboard Kabupaten digunakan  oleh Dinas PMD Kabupaten/Kota untuk memfasilitasi Desa mengelola konvergensi  pencegahan stunting.

Aplikasi eHDW

MANFAAT APLIKASI eHDW SEBAGAI KONVERGENSI PENCEGAHAN STUNTING DI DESA

loading...
  1. Sampai dengan kondisi Februari 2020 telah dibentuk 72.636 orang Kader Pembangunan Manusia (KPM) yang berkerja memfasilitasi konvergensi pencegahan stunting di Desa.
  2. Aplikasi eHDW merupakan aplikasi berbasis android sebagai solusi digital untuk mempermudah kerja KPM meliputi:
  • pendataan sasaran rumah tangga 1.000 HPK (data by name by address),
  • pemantauan kondisi dan cakupan layanan dasar di Desa,
  • komunikasi untuk perubahan perilaku (behaviour change communication/BCC) dan pelaporan pencegahan stunting di Desa melaui kartu penilaian (scorecard) yang dimasukkan ke dalam aplikasi OM-SPAN di
  • Aplikasi eHDW dapat didownload dari Setiap KPM dengan difasilitasi para pendamping masyarakat Desa wajib
  • mengunduh secara mandiri aplikasi e
  • Aplikasi Dasboard Kabupaten /Kota merupakan aplikasi digital sebagai portal data tentang pencegahan stunting yang bersumber dari
  • data eHDW.

Aplikasi Dasboard Kabupaten /Kota digunakan oleh Dinas PMD Kabupaten/Kota untuk memfasilitasi Desa mengelola konvergensi

  1. pencegahan stunting, khususnya memantau hal-hal sebagai berikut:
  1. perubahan data sasaran,
  2. progres kegiatan
  3. status konvergensi layanan di Desa secara up to date.
  4. jenis kegiatan pencegahan stunting; dan
  5. alokasi APB Desa untuk pencegahan stunting.

 

Dinas PMD Provinsi dan Kementerain Desa, PDT dan Transmigrasi dapat menggunakan Dashboard Kabupaten/Kota untuk memonitor dan mengevaluasi pelaksanaan Konvergensi Pencegahan Stunting di Desa.

MANFAAT APLIKASI eHDW DAN DASHBOARD KABUPATEN

mempermudah tersusunnya big data tentang stunting di Desa berbasis sasaran rumah tangga

1.000 HPK yang lebih akurat karena terperinci by name by address;

menterpadukan data stunting di Desa yang dapat dimanfaatkan lintas pemangku kepentingan

dalam membangun kolaborasi di kabupaten/kota, provinsi dan pusat;

  • memberikan masukan data yang valid dalam menentukan Desa Merah Stunting yaitu Desa yang memiliki balita stunting ≤ 14% dan dan kondisi Indikator Ketahanan Sosial – Indeks Desa Membangun (IKS – IDM) nilainya kurang (<0,6);
  • memberikan masukan data dan informasi yang faktual tentang permasalahan stunting di Desa
  • sebagai dasar perumuskan kebijakan intervensi program/kegiatan dari lintas pemangku
  • kepentingan yang bertanggung jawab mencegah dan menangani stunting di Desa; memberikan masukan data dan informasi untuk sistem peringatan dini (early warning system) terhadap kinerja Desa dalam mengelola konvergensi pencegahan stunting;
  • mempermudah penyusunan laporan pelaksanaan konvergensi pencegahan stunting di Desa dalam bentuk kartu penilaian (scorecard); dan mempermudah pengiriman laporan dalam bentuk kartu penilaian (scorecard) ke dalam aplikasi OM-SPAN.

 

Donwload Panduan Aplikasi eHDW