prioritas dana desa

Pemerintah mengalokasikan dana desa senilai Rp72 triliun untuk 2021, naik 1,1% dibanding tahun ini yang senilai Rp71,2 triliun. Menteri Desa, Pembangunan Derah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar menegaskan, prioritas penggunaan dana desa 2021 akan fokus pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) atau atau yang disebut Pembangunan Berkelanjutan di desa.

 

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar memproyeksikan pemanfaatan dana desa sekitar Rp36 triliun untuk program Padat Karya Tunai Desa (PKTD).

Baca Juga : Rapat Kerja Pemerintah (RKP) 5 Prioritas Kemendes TA 2021

Hal ini sesuai dengan Surat Edaran Menteri Desa PDTT nomor 15 tahun 2020 yang ditandangani pada 27 Juli 2020.

“Dengan PKTD ini, kita harapkan dan tekankan pada bulan Agustus-September, ini full digunakan PKTD,” kata Abdul Halim dalam konferensi pers virtual, Selasa (4/8/2020).

loading...

  Program PKTD, diyakini Gus Menteri, akan menyerap tenaga kerja sebanyak 5.202.278 orang.

Dengan begitu, Gus Menteri optimistis angka pengangguran di desa terselesaikan.

Adapun kriteria keterlibatan warga desa dalam program PKTD, Gus Menteri menyebut, yakni pengangguran, keluarga miskin, dan warga marjinal lainnya.

Mereka akan bekerja selama lima hari dalam program PKTD dengan asumsi waktu kerja selama 7 jam per harinya.

“Proporsi upah minimal 50 persen sekurang-kurangnya dari biaya kegiatan. Berarti dari Rp36 triliun itu nanti biaya upahnya sekitar Rp18-19 triliun, itu akan mengcover 5,2 juta tenaga kerja,” lanjutnya. “Upaya dibayarkan setiap hari, supaya meningkatkan daya beli masyarakat. Jangan lupa, di dalam pelaksanaan PKTD harus menerapkan adaptasi kebiasan baru: pakai masker, cuci tangan, dan jaga jarak,” pungkasnya

Hal itu diatur dalam Permen Desa PDDT Nomor 13 Tahun 2020 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2021. Dalam Permen Desa PDDT Nomor 13 Tahun 2020, dinyatakan dana desa 2021 dapat dipakai untuk tiga prioritas. Yakni pertama untuk pemulihan ekonomi.

“Untuk 2021 pencapaian SDGs-nya kita arahkan untuk pertama pemulihan ekonomi nasional sesuai dengan kewenangan Desa. Jadi ini fokus 2021,” ujar Gus Menteri, demikian sapaannya dalam Konferensi Pers Virtual terkait “Prioritas Dana Desa untuk Pencapaian SDGs Desa,” di aplikasi Zoom, Senin (21/9/2020).

Hal itu bisa dilakukan melalui pembentukan, pengembangan dan revitalisasi BUMDes/BUMDesma.

Hal ini untuk mencapai SDGs Desa nomor 8, yaitu Pertumbuhan Ekonomi Desa Merata.

Kemudian dana desa 2021 bisa dilakukan untuk penyediaan listrik Desa.

“Sebagaimana kita maklumi, masih ada sekitar 3000 desa yang belum dialiri listrik. Program nasional pembangunan ekonomi nasional, elektrifikasi antara lain adalah penyediaan listrik Desa. Itu masuk SDGs nomor 7 (Desa Berenergi Bersih dan Terbarukan-red)” jelasnya.

Kemudian juga ketiga pengembangan usaha ekonomi produktif, utamanya yang dikelola oleh BUMDes/BUMDesma. Ini tujuannya untuk tercapainya SDGs Desa nomor 12, yakni Konsumsi dan Produksi Desa Sadar Lingkungan.

Prioritas kedua penggunaan dana desa 2021, menurut dia, terkait program prioritas nasional sesuai kewenangan desa.

Adapun isinya, satu terkait pendataan Desa, pemetaan potensi dan sumber daya dan pengembangan teknologi informasi dan komunikasi. Hal ini guna mencapai SDGs Desa nomor 17, yakni Kemitraan untuk Pembangunan Desa.

“Sebagaimana kita maklumi ada 11 ribu desa yang belum tersalur jaringan internet,” ucapnya.

Kemudian terkait pengembangn desa wisata untuk mencapai SDGs Desa nomor 8.

“Ini juga menjadi program prioritas nasional. SDGs Desa Nomor 8 dan hari ini semakin banyak desa wisata yang dikembangkan,” jelasnya.

Selanjutnya, penguatan ketahanan pangan dan pencegahan stunting di desa, sesuai target SDGs Desa nomor 2, yaitu Desa Tanpa Kelaparan.

Dan kata dia, terkait desa inklusif untuk mencapai SDGs Desa nomor 5, 16, dan 18.

“Desa inklusif ini meliputi SDGs 5, 16 dan 18. SDGs 5 itu keterlibatan perempuan Desa, 16 itu terkait desa damai berkeadilan dan 18 itu kelembagaan Desa dinamis dan budaya Desa adaptif,” paparnya.

Prioritas terakhir penggunaan dana desa 2021 terkait adaptasi kebiasaan baru untuk mewujudkan Desa aman Covid-19.

“Jadi ini prioritas dana desa untuk 2021,” ucapnya.

artikel ini sudah ditayangkan di tribunnews.com